Currently Viewing

mengapa masalah selalu ada


pernahkah anda berfikir kenapa masalah selalu menghampiri kita walaupun sudah di babtis, sayank Tuhan, dekat denganNya?

Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun ayat didalam alkitab yang menyatakan bahwa dengan mengenalKu kalian tidak akan susah lagi, tidak akan ada penyakit, tidak ada kemalangan dan sebagainya. Tuhan tidak pernah menjanjikan hal itu.

Lalu apa bedanya saya dengan orang biasa yang tidak mengenal Tuhan?
Toh sama-sama dapat masalah.

Tentunya sangat berbeda saudara.

Orang yang jauh dari Tuhan, saat kena/menghadapi masalah :
- menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan
- marah-marah karena tidak menerimanya
- kalau terkena penyakit ia akan mengandalkan dokter saja.
- begitu di klaim penyakit / perbuatan yang mematikan maka ia akan stress, takut, dan bisa melakukan hal-hal yang dapat melukai orang lain juga.
- tidak mau menerima bahwa itu mungkin cobaan atau hukuman agar ia bertobat.

Sedangkan bagi orang percaya kepada Tuhan maka :
- menerima masalah dengan ikhlas dan senantiasa bersyukur , karena dengan iman ia percaya bahwa semua masalah di izinkan oleh Tuhan akan mendatangkan kebaikan.
- dalam perjalanan masalah tersebut ia dapat menghadapi dengan tenang, karena ia mengandalkan Tuhan, ia berjalan berama Tuhan. Ia yakin tangan Tuhan cukup panjang untuk membantu.
- pasti ada satu ayat dalam alkitab yang akan menjadi penguat, pegangan, jalan keluar, berkat, ketenangan, iman, tetap sukacita dalam menghadapi masalah.
- ia segera berdoa dan instropeksi diri, memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat memahami permasalahan yang dihadapi dan memperbaikiNya. Karena ia yakin selalu ada hikmah dibalik suatu kejadian.

Seseorang yang dekat pada Tuhan, akan tetap merasakan kedamaian dalam hatinya. Dan akan tetap setia walaupun terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan gagal. Kenapa? Ternyata ada maksud lain dari Tuhan untuk kita. Ingat mungkin kita masih mengukur keberhasilan menurut kita sendiri yang masih bersifat duniawi, sedangkan ukuran Tuhan berbeda dengan kita.maka dari itu kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap kuat, tetap percaya akan pengharapan, karena iman kita diselamatkan.

Jika manusia sudah tidak sanggup ingatlah masih ada satu orang yang bisa melakukannya untukmu, maka serahkanlah perkaramu kepadaNya biarlah Dia yang menuntunmu. Dialah Tuhan kita, sahabat sejati kita yang menciptakan matahari untuk orang baik dan jahat. Dialah Tuhan Yesus..

ayat penguat


Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.

Mat 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Yoh 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Percontohan/panutan Yesus dalam hidpnya
Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus pernah mengalami peristiwa kesedihan yang mendalam hingga Yesus rasanya mau mati kemudian Yesus menyendiri berdoa kepada Bapa. Dalam doaNya Yesus memohon jikalau mungkin maka biarlah cawan ini berlalu dari padaNya. Yesus tahu hal penyaliban itu akan terjadi. Sebagai seorang manusia normal maka normallah jika ketakutan dan kesedihan akan menghampiri. Lalu Yesus berdoa kembali dengan mengatakan bahwa namun jadilah menurut kehendakMu.
Tuhan Yesus mengetahui bahwa memang ia harus mengalami peristiwa ini. Hal ini sebagai wujud cinta kasih Allah, penebusan, memulihkan hubungan Allah dengan manusia.
Dari perjamuan terakhir hingga peristiwa penyaliban banyak sekali makna/pelajaran yang bisa kita terapkan dlam hidup kita. mari kita lihat apa saja:
- saat mengetahui dirinya akan menghadapi masalah berat bahkan berhadapan dengan kematian apa yang harus dilakukan.
ternyata Yesus mencari suatu tempat yang teduh untuk berdoa kepada Bapa.
- mengajarkan cara berdoa yang baik dan benar
jikalau memungkinkan biarlah cawan ini berlalu, namun jadilah menurut kehendakMu bukan karena keinginanku.
- saat menjalaninya
menerima dengan ikhlas dan tidak bersungut-sungut, tenang, tidak mengeluh, walaupun tahu hal itu sangat berat. Karena tahu hal ini memang harus trjadi, kita pun harus berfikir bahwa segala derita, cobaan, kesedihan yang berasal dari Allah Bapa pastilah ada kebaikan dibalik itu asal kita taat dan menerimanya dengan ikhlas.
- saat menjelang akhir suatu masalah atau bahkan kematian, Yesus berseru
1. Eli eli lama sabakhtani, Allah mengapa Engkau meninggalkan aku
artinya sebagai manusia disaat sangat sulit pasti ada perasaan mengapa Tuhan seakan-akan tidak berbuat sesuatu. Namun Tuhan Yesus menunjukkan walaupun demikian ia tetap teguh dalam iman, dengan berikutnya Ia berbicara kembali.
2. Sudah selesai, Kedalam tanganMu kuserahkan nyawaKu. Artinya Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tetap teguh, tetap percaya, dan menyerahkan masalah kita kepada Tuhan. Karena kita diajarkan bahwa selalu ada rencana baik dibalik penderitaan, apalagi penderitaan tersebut atas nama Tuhan.

Jadi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya, namun selalu ada jalan keluar, ada maksud, ada kebaikan dibalik penderitaan, masalah atau pergumulan kita. Serahkanlah masalahmu kepadaNya. Dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan maut dan menanggung semua dosa kita tanpa terkecuali asalkan kita percaya dan taat padaNya.

Amin

Sept 2010

Admin


mengapa masalah selalu ada sudah dilihat 118040 kali